Pembuat Pensil itu menaruhnya kesamping sebentar, sebelum ia memasukkannya kedalam kotak.
Ada 5 hal yang perlu kau ketahui, katanya pada pensil, sebelum kau kukirim keseluruh dunia. Hendaknya kau mengingat-ingat selalu dan jangan sampai kau lupakan, dan kau bakal berhasil menjadi pensil terhebat.
*PERTAMA
Kau bakal bisa melakukan banyak hal-hal yang hebat, tetapi hanya bila kau mau membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.
*KEDUA
Kau akan menderita tiap kali diruncingkan, tapi kau butuh itu agar bisa menjadi pensil yang lebih baik.
*KETIGA
Kau bakal bisa mengoreksi tiap kesalahan yang mungkin kau lakukan.
*KEEMPAT
Bagian terpenting dirimu tetap adalah apa yang ada didalam.
*KELIMA
Pada tiap permukaan dimana kau dipakai, tinggalkanlah jejakmu. Apapun kondisinya, kau harus terus lanjutkan menulis.
Pensil itu angguk mengerti dan berjanji akan mengingat nasihat tersebut. Dan memasuki kotak yang akan dieksport itu dengan suatu tekad kuat dalam hatinya.
Renungan :
Bertukar tempatlah dengan pensil itu; ingatlah nasihat yang sama tadi dan yakinlah, kaupun pasti akan berhasil menjadi orang terbaik.
*PERTAMA
Kau bakal bisa berbuat banyak hal-hal besar, tetapi hanya apabila kau membiarkan dirimu dipegang dalam tanganNya. Dan mengizinkan orang-orang lain mengaksesmu dengan talenta-talenta milikmu.
*KEDUA
Engkaupun akan menderita saat diruncingkan, yaitu dalam proses melewati macam-macam problem, tapi kau butuh itu agar jadi lebih kuat.
*KETIGA
Kau bakal mampu memperbaiki kesalahan apapun yang mungkin kau lakukan.
*KEEMPAT
Bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada didalam, yakni hati nuranimu.
*KELIMA
Dalam setiap peristiwa dan lembaran hidup yang kau jalani, kau harus meninggalkan jejakmu. Tidak peduli bagaimanapun situasinya, kau harus tetap melanjutkan tugas-tugasmu. Jadilah garam dan terang bagi dunia.
Dengan mengerti, menghayati dan mengingatnya, marilah kita lanjutkan hidup kita, berbekalkan suatu tujuan untuk memberi arti bagi hidup kita.
Mary Son Bill
Sunday, December 25, 2011
Friday, December 23, 2011
Pertobatan
Marilah, baiklah kita berperkara! Firman Tuhan, sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba
Yesaya 1;18
Setiap dari kita pasti pernah berbuat dosa atau baru saja berbuat dosa atau mungkin akan berbuat dosa, baik secara sadar atau tanpa disadari
Bahkan alkitab mencatat, " jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita"
Tapi yang penting bukan soal berdosanya melainkan bagaimana kita bisa diampuni dan memperoleh kelepasan, sebab upah dosa ialah maut
Marilah kita berperkara, artinya kita harus membereskan masa lampau, apakah kita sadar bahwa kita kerapkali melakukan kejahatan? Kerugian bagi orang lain? Kerusakan-kerusakan yang kita timbulkan?
Kalau kita menyadari kita orang berdosa, maka pola hidup kita tidak boleh menjadi orang yang sok suci, seolah-olah seperti malaikat, munafik, melainkan dengan rendah hati mau dibentuk oleh Tuhan sendiri
Selain itu pada ayat selanjutnya dikatakan "jika kamu menurut dan mau mendengar" , artinya bukan cuma penyesalan tetapi juga pertobatan
Penyesalan selalu melihat kebelakang, apa yang telah kita lakukan, sedangkan pertobatan selalu melihat ke depan, menyangkut tekad untuk menjadi lebih baik, berbalik 180 derajat dari kesalahan yang pernah kita lakukan
Keduanya adalah kesatuan yang tak terpisahkan, penyesalah tidak cukup hanya dengan cucuran air mata meratapi apa yang telah kita lakukan atau tidak kita lakukan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, tindak tanduk, ucapan yang berbeda, yang lebih baik, yang baru
Daud pernah memohon kepada Tuhan dalam pertobatannya: "Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju"
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita
Tuhan memberkati...
Yesaya 1;18
Setiap dari kita pasti pernah berbuat dosa atau baru saja berbuat dosa atau mungkin akan berbuat dosa, baik secara sadar atau tanpa disadari
Bahkan alkitab mencatat, " jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita"
Tapi yang penting bukan soal berdosanya melainkan bagaimana kita bisa diampuni dan memperoleh kelepasan, sebab upah dosa ialah maut
Marilah kita berperkara, artinya kita harus membereskan masa lampau, apakah kita sadar bahwa kita kerapkali melakukan kejahatan? Kerugian bagi orang lain? Kerusakan-kerusakan yang kita timbulkan?
Kalau kita menyadari kita orang berdosa, maka pola hidup kita tidak boleh menjadi orang yang sok suci, seolah-olah seperti malaikat, munafik, melainkan dengan rendah hati mau dibentuk oleh Tuhan sendiri
Selain itu pada ayat selanjutnya dikatakan "jika kamu menurut dan mau mendengar" , artinya bukan cuma penyesalan tetapi juga pertobatan
Penyesalan selalu melihat kebelakang, apa yang telah kita lakukan, sedangkan pertobatan selalu melihat ke depan, menyangkut tekad untuk menjadi lebih baik, berbalik 180 derajat dari kesalahan yang pernah kita lakukan
Keduanya adalah kesatuan yang tak terpisahkan, penyesalah tidak cukup hanya dengan cucuran air mata meratapi apa yang telah kita lakukan atau tidak kita lakukan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, tindak tanduk, ucapan yang berbeda, yang lebih baik, yang baru
Daud pernah memohon kepada Tuhan dalam pertobatannya: "Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju"
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita
Tuhan memberkati...
Wednesday, December 21, 2011
Cinta Tanpa Syarat
"Namaku Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat & mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,"Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian".
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya ,"untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali".
Ayahku menjawab, "aku ingin kau tetap merasa cantik". Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,"...kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku...kau tahu kenapa?" Aku menggeleng & ibuku melanjutkan, "karena aku tak pernah meninggalkannya..."
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.
Tuhan memberkati...
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,"Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian".
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya ,"untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali".
Ayahku menjawab, "aku ingin kau tetap merasa cantik". Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,"...kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku...kau tahu kenapa?" Aku menggeleng & ibuku melanjutkan, "karena aku tak pernah meninggalkannya..."
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.
Tuhan memberkati...
Berilah dan kamu akan diberi
Lukas 6:38 - "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan kedalam ribaanmu." ~
TUHAN adalah TUHAN yg berkelimpahan! DIA mau mencurahkan semua kelimpahanNya kepada kita sampai kelimpahan itu melimpah ruah dgn segala kebaikan TUHAN.
Perhatikan ayat ini di mulai dgn kata2: "Berilah dan kamu akan diberi." Pemberian kita adalah berkat yg nyata dari TUHAN. Memberi adalah seperti sebuah biji. Sewaktu kita menanam biji apple, biji itu tidak hanya tumbuh menghasilkan sebuah apple.
Dari satu biji apple itu tumbuhlah pohon apple yg menghasilkan buah2 apple yg begitu banyaknya. Itulah yg akan terjadi sewaktu kita menuruti perintah TUHAN dalam hal memberi. Kita akan mendapatkan pengembalian yg berkelimpahan. Dan sewaktu berkat itu tumpah keluar atau berkelimpahan, maka kita harus memberi lebih banyak lagi, dan semuanya akan bertambah tambah dgn sendirinya!
Apakah ada yg TUHAN katakan kepada kita mengenai memberi hari ini? Memberi secara financial atau materi. Apa yg ada ditangan kita, yg kita akan berikan kepada orang lain? Ambillah langkah hari ini dan aturlah penyaluran berkat2 TUHAN dalam hidup kita.
Bukalah pintu hati kita agar berkat2 TUHAN berkelimpahan dalam hidup kita. Taatilah firman TUHAN, lakukanlah dlm hidup kita dan bagikanlah kpd yg lain! Semua itu hanya bagi kemuliaanNya.
TUHAN adalah TUHAN yg berkelimpahan! DIA mau mencurahkan semua kelimpahanNya kepada kita sampai kelimpahan itu melimpah ruah dgn segala kebaikan TUHAN.
Perhatikan ayat ini di mulai dgn kata2: "Berilah dan kamu akan diberi." Pemberian kita adalah berkat yg nyata dari TUHAN. Memberi adalah seperti sebuah biji. Sewaktu kita menanam biji apple, biji itu tidak hanya tumbuh menghasilkan sebuah apple.
Dari satu biji apple itu tumbuhlah pohon apple yg menghasilkan buah2 apple yg begitu banyaknya. Itulah yg akan terjadi sewaktu kita menuruti perintah TUHAN dalam hal memberi. Kita akan mendapatkan pengembalian yg berkelimpahan. Dan sewaktu berkat itu tumpah keluar atau berkelimpahan, maka kita harus memberi lebih banyak lagi, dan semuanya akan bertambah tambah dgn sendirinya!
Apakah ada yg TUHAN katakan kepada kita mengenai memberi hari ini? Memberi secara financial atau materi. Apa yg ada ditangan kita, yg kita akan berikan kepada orang lain? Ambillah langkah hari ini dan aturlah penyaluran berkat2 TUHAN dalam hidup kita.
Bukalah pintu hati kita agar berkat2 TUHAN berkelimpahan dalam hidup kita. Taatilah firman TUHAN, lakukanlah dlm hidup kita dan bagikanlah kpd yg lain! Semua itu hanya bagi kemuliaanNya.
Monday, December 19, 2011
Keindahan Tangan Seorang Ayah
Suatu ketika, ada seorang anak perempuan bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak itu bertanya kepada Ayahnya ketika sedang santai di beranda:
"Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.
Anak itu berguman : " Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan :
"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya dan bertanya :
"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab:"Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak perermpuan itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & badan yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.
Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita.
With Love to All Father
Anak itu bertanya kepada Ayahnya ketika sedang santai di beranda:
"Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.
Anak itu berguman : " Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan :
"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya dan bertanya :
"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab:"Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak perermpuan itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & badan yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.
Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita.
With Love to All Father
Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu
Hiduplah seorang ibu dengan anak laki-lakinya di sebuah desa yang terpencil. Anak tersebut telah kehilangan ayahnya ketika dia masih kecil. Sang ibu berusaha keras dan dengan sekuat tenaga dalam berbagai jalan guna mendapatkan uang untuk mendidik, merawat dan juga untuk menyokolahkan anaknya. Anak laki –laki itu cukup pintar dan mampu meraih peringkat ke tujuh di dalam kelas. Pada suatu hari anak ini mengatakan kepada ibunya,” Ma, saya harus membayar uang ujian di sekolah sebanyak 20 rupees. Ibu yang tidak berdaya itu menangis setelah mendengar permintaan anaknya dan sambil menjawab,” bagaimana ibu mampu mendapatkan uang sebanyak itu anakku, dan juga jika ibu meminjam maka tidak akan ada yang akan memberikan pinjaman kepada kita. Namun hanya Tuhan yang seharusnya menolong kita. Beliau sendiri yang akan datang untuk menyelamatkan orang –orang yang tidak berdaya seperti kita. Anak itu bertanya kepada ibunya dengan lugu,” Ma! Ma! Katakan padaku nama Tuhan itu dan dimana Beliau tinggal?”. Ibunya menjawab,” Oh anakku, Beliau adalah Tuhan penguasa Vaikunta ----Narayana.
Anak itu tanpa menunggu lagi lari menuju ke kantor pos dan menulis surat yang ditujukan kepada Tuhan Narayana, memohon kepada-Nya agar mengirimkan uang yang dia butuhkan segera. Kepala kantor pos karena rasa ingin tahunya mendekati anak tersebut, yang kemudian menulis alamat “Sri Narayana penguasa Vaikunta”. Kepala kantor pos menanyakannya: anakku! Siapa yang telah memberikan alamat ini dan apa yang telah kamu tulis?”. Anak laki –laki itu menceritakan semuanya dan juga tentang nasehat ibunya bahwa Tuhan Narayana akan pasti datang untuk membantu orang yang tidak berdaya. Kepala kantor pos merasa sangat tersentuh dengan keluguan serta keyakinan pada perkataan ibunya. Dia mengambil surat itu dan berkata: “anakku tersayang! Bapak akan mengirimkan surat ini dengan menggunakan pos kilat dan kamu boleh datang lusa untuk mengambil uangnya. Ketika waktunya telah tiba, anak itu bergegas pergi ke kantor pos penuh dengan rasa antusias. Kepala kantor pos itu memberikannya uang itu. Anak itu mengucapkan rasa terima kasih dan kembali pulang dan memberitahukan tentang uang itu. Namun, ibunya tidak dapat percaya akan keberadaan uang itu. Dia mengira bahwa anaknya pasti telah mencuri atau meminjam atau meminta- minta uang itu. Jadi dia memukul anaknya. Anak itu meminta kepada ibunya untuk menanyakan apa yang terjadi kepada kepala kantor pos. Ibunya bergegas pergi ke kantor pos dan bertanya kepada kepala kantor pos, “tolong katakan kepada saya darimana anak saya mendapatkan uang sebanyak itu”? Kepala kantor pos itu kemudian menjawab,”Oh! Ibu! Ketika saya melihat surat yang ditulis anak ibu, saya sangat tersentuh sampai saya hampir menangis, atas surat yang ditulis kepada Tuhan yang penuh dengan keyakinan! Kata hati saya mengingatkan saya untuk menolongnya. Jika tidak, saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melihat surat anakmu. Surat itu telah terjawab dan keyakinan putra anda pada diri anda dan kepada Tuhan telah tertanam dengan baik. Saya berkeyakinan ini adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk menolong anak yang baik ini”.
Jika kita berdoa dengan tulus, Tuhan pasti akan menolong kita dengan menyuruh seseorang bertindak sebagai duta-Nya. Apa yang diperlukan adalah keyakinan yang kuat kepada Tuhan.
“Ketuklah! Pintunya akan terbuka”
“Memohonlah! Kamu akan di berkahi”
Tuhan selalu siap menjawab doa yang sungguh - sungguh
GOD Blees You All....
Anak itu tanpa menunggu lagi lari menuju ke kantor pos dan menulis surat yang ditujukan kepada Tuhan Narayana, memohon kepada-Nya agar mengirimkan uang yang dia butuhkan segera. Kepala kantor pos karena rasa ingin tahunya mendekati anak tersebut, yang kemudian menulis alamat “Sri Narayana penguasa Vaikunta”. Kepala kantor pos menanyakannya: anakku! Siapa yang telah memberikan alamat ini dan apa yang telah kamu tulis?”. Anak laki –laki itu menceritakan semuanya dan juga tentang nasehat ibunya bahwa Tuhan Narayana akan pasti datang untuk membantu orang yang tidak berdaya. Kepala kantor pos merasa sangat tersentuh dengan keluguan serta keyakinan pada perkataan ibunya. Dia mengambil surat itu dan berkata: “anakku tersayang! Bapak akan mengirimkan surat ini dengan menggunakan pos kilat dan kamu boleh datang lusa untuk mengambil uangnya. Ketika waktunya telah tiba, anak itu bergegas pergi ke kantor pos penuh dengan rasa antusias. Kepala kantor pos itu memberikannya uang itu. Anak itu mengucapkan rasa terima kasih dan kembali pulang dan memberitahukan tentang uang itu. Namun, ibunya tidak dapat percaya akan keberadaan uang itu. Dia mengira bahwa anaknya pasti telah mencuri atau meminjam atau meminta- minta uang itu. Jadi dia memukul anaknya. Anak itu meminta kepada ibunya untuk menanyakan apa yang terjadi kepada kepala kantor pos. Ibunya bergegas pergi ke kantor pos dan bertanya kepada kepala kantor pos, “tolong katakan kepada saya darimana anak saya mendapatkan uang sebanyak itu”? Kepala kantor pos itu kemudian menjawab,”Oh! Ibu! Ketika saya melihat surat yang ditulis anak ibu, saya sangat tersentuh sampai saya hampir menangis, atas surat yang ditulis kepada Tuhan yang penuh dengan keyakinan! Kata hati saya mengingatkan saya untuk menolongnya. Jika tidak, saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melihat surat anakmu. Surat itu telah terjawab dan keyakinan putra anda pada diri anda dan kepada Tuhan telah tertanam dengan baik. Saya berkeyakinan ini adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk menolong anak yang baik ini”.
Jika kita berdoa dengan tulus, Tuhan pasti akan menolong kita dengan menyuruh seseorang bertindak sebagai duta-Nya. Apa yang diperlukan adalah keyakinan yang kuat kepada Tuhan.
“Ketuklah! Pintunya akan terbuka”
“Memohonlah! Kamu akan di berkahi”
Tuhan selalu siap menjawab doa yang sungguh - sungguh
GOD Blees You All....
Wednesday, June 15, 2011
Tuesday, June 14, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)






